Monday, February 2, 2015

Pentingnya Doa bagi Seorang Pejuang Skripsi

Pentingnya Doa bagi Seorang Pejuang Skripsi

Untuk kesekian kalinya, saya harus pulang malam ke kos-kosan karena keasyikan nongkrong di kampus. Sebagai mahasiswa semester akhir yang harus menjalani perjuangan keras, kami biasa menghabiskan waktu bersama-sama untuk sekedar membagi cerita dan masalah yang sedang kami hadapi.
Selain itu kami juga meminta saran dari para senior dan para legenda pejuang skripsi.  Bahkan terkadang hal yang kami lakukan itu bagaikan jargon  salah satu acara  stasiun televisi swasta, yaitu “memecahkan masalah tanpa solusi”.

Kebiasaan nongkrong di kampus selama seharian penuh inilah yang kadang menjadi penghambat kami untuk segera bekerja dan bermesraan kembali dengan skripsi yang sedang menunggu.

Tepat pukul sembilan malam saya tiba di pondokan saya ( istilah pengganti “kos” di kota Makassar ) yang hanya berjarak sekitar 10 m dari kampus Unhas atau sekitar 1,5 km dari fakultas saya, fakultas hukum. Jarak yang cukup dekat untuk ditemuh dengan berjalan kaki selama hampir empat tahun. Teman sekampung dan sepondokan saya yang juga sedang menjadi pejuang skripsi sepertinya belum selesai berburu petuah. Kamarnya yang gelap cukup untuk  mengatakan dimana keberadaannya.

Setelah selesai membersihkan diri setelah kegiatan seharian penuh di kampus, saya kembali menuju tempat tidur dan kasur empuk sambil memikirkan langkah yang harus diambil selanjutnya. Di lantai kamar saya, berserakan buku-buku referensi skripsi yang bahkan belum pernah saya baca. Di atas meja data-data penelitian untuk skripsi saya seolah-olah berteriak dan meminta perhatian saya.

Sebagai manusia biasa yang ingin berhasil, tentu saja saya ingin segera berdiri dan mengolahnya. Saya akhirnya berdiri dan kemudian... rasa malas ternyata memenangkan hati saya untuk beranjak dari kamar sambil mencampakkan skripsi itu. Seandainya skripsi itu bisa berbicara, mungkin ia akan meneriaki saya seketika itu juga.

Saya kemudian melangkah ke kamar teman saya yang letaknya tepat di samping kamar saya. Kamarnya memang sangat nyaman, bersih, sejuk, dan sangat memanjakan tubuh-tubuh kelelahan mahasiswa-mahasiswa di kosan saya itu. Sekali saja tidur di kamar ini, anda akan tidur selama berjam-jam bahkan rasa lapar tidak akan mampu mengalahkan besarnya godaan untuk tidur di kamar itu.

Tidak mengherankan, mengapa pemilik kamarnya sendiri seperti memiliki kehidupan nocturnal, aktif di malam hari dan tidur sejak mata hari terbit hingga terbenam. Oleh karena itu, saya selalu mengidentikkan dirinya dengan kelelawar.

Akan tetapi, malam itu saya tidak merasakan nyaman yang biasa saya rasakan. Beban pikiran yang sebelumnya telah hilang akibat nongkrong di kampus mulai muncul kembali. Rasa galau karena kehidupan kos-kosan yang semakin sepi, teman-teman angkatan yang mulai menghilang satu persatu, data-data penelitian yang belum diolah dan berbagai problem mahasiswa semester akhir lainnya menyebabkan rasa sakit kepala yang sangat mengerikan.

Sulit menjelaskan bagaimana rasa sakit kepala yang saya rasakan itu dalam kata-kata. Rasanya saya ingin membenturkan kepala ke dinding atau mengambil pisau dapur dan m*nanc#pk#nnya ke kepala saya. Pada saat itulah, saya menemukan kembali pencerahan.

Saya langsung keluar dari kamar dan menuju belakang pondokan. Saya mengambil air wudhu kemudian menuju kamar dan melaksanakan sholat Isya. Saya sendiri lupa kapan terakhir kali melaksanakan sholat Isya, tapi keyakinan bahwa rasa sakit itu hanya bisa disembuhkan oleh sang pencipta membuat saya kembali teringat pada kewajiban saya sebagai manusia beragama. Pada saat itulah, saya berdoa agar semua urusan saya diberi kelancaran oleh Allah S.W.T.  Saya kemudian membaca Al-Qur’an yang baru saya baca beberapa kali  sejak pertama kali dibeli ketika merantau ke kota Makassar.

Seketika itu, semua rasa sakit, keresahan, dan kegundahan saya berhenti. Tiba-tiba saja kewarasan saya menaklukkan kemalasan saya hingga babak belur. Data-data hasil penelitian yang berserakan di atas meja terkumpul dan tersusun satu persatu. Buku-buku yang berserakan mulai saya bereskan.

Kemudian saya mengambil laptop  dan membuka folder skripsi yang sudah tidak pernah saya buka sejak satu bulan terakhir. Tepat pukul 10 malam, saya mulai mengerjakan proyek skripsi  yang menjadi teman sekaligus pacar sementara bagi mahasiswa semester akhir. Entah, kemampuan dan kerajinan seperti apa yang merasuki jiwa saya sehingga saya begitu bersemangat. Jari-jari saya menari-nari di atas tombol keyboard komputer tanpa ada rasa lelah dan seolah-olah menikmati apa yang sedang dilakukannya.

Tanpa terasa, saya telah mengetik selama hampir 5 jam. Tepat pukul 03.00 dini hari saya tertidur. Keesokan paginya, ketika kembali membuka folder bertuliskan “SKRIPSI”, saya agak sedikit terkejut. Ternyata semua data dan semua materi yang akan saya tulis telah tersusun dan saya hanya perlu mengedit kesalahan-kesalahan yang  jumlahnya tidak membuat saya memakan waktu lebih dari 30 menit.  

Saya akhirnya tersadar bahwa untuk bisa memperoleh segala kemudahan dalam kehidupan, kerja keras saja tidak cukup. Doa adalah salah satu unsur terpenting. Doa dari orang tua kita dan orang-orang tercinta kita  tidak akan cukup jika kita sendiri tidak pernah berdoa. Bahkan, orang-orang sebelum era moderen telah menyadari itu. Makanya, ada istilah latin yang cukup terkenal dan biasa terukir di dinding-dinding sekolah dasar “Ora Et Labora”.Doa adalah pembunuh kemalasan dan akan memberikan ketenangan pada diri kita.

Mungkin inilah tujuan skripsi digunakan sebagai standar akhir menuju gelar sarjana. Skripsi  seperti betul-betul menjadi pelajaran penting bagi mahasiswa. Pada tahap inilah kita akan mulai melatih mental dan kesabaran kita. Skripsi akan membentuk pribadi kita menjadi lebih dewasa dan tidak manja menghadapi segala masalah.

Mahasiswa semester akhir selalu dekat pada sang pencipta. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Saya memiliki banyak teman yang pada awalnya malas melaksanakan sholat lima waktu yang tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat. Pada akhirnya kita semua akan sadar bahwa kita perlu berdoa kepada sang pencipta untuk meraih keberhasilan.

Wednesday, January 28, 2015

Bisnis Batu Akik ? Berapa Besar Peluangnya ?

peluang bisnis batu akik
image source : harianaceh.co

Beberapa bulan yang lalu ketika saya masih tinggal di lingkungan kos-kosan, salah seorang senior saya di kosan yang biasanya selalu bercerita tentang kehidupannya saat menjadi mahasiswa tiba-tiba mulai bercerita tentang batu akik dan sejenisnya. Setiap hari selalu saja ada yang datang ke kosan dengan membawa batu akik sekedar untuk pamer ataupun tawaran bisnis.
Pada saat yang bersamaan, salah seorang teman saya membuat blog barunya yang berisi ilmu seputar batu bacan. Teman-teman saya yang lain yang biasanya selalu membicarakan cewek cantik dan lawan jenis ketika nongkrong tiba-tiba mulai membicarakan batu akik.

Dulunya kami memiliki teman yang pernah memakai batu akik dan kami mengejeknya bahwa ia memiliki penampilan layaknya dukun di film-film horor Indonesia. 

Hal yang sangat aneh, dalam sekejab semuanya berubah tentang batu akik. Di dunia mayapun batu akik kini telah mencapai tingkat popularitas yang sangat tinggi. Data di google adword menunjukkan pencarian kata kunci tentang batu akik, batu cincin dan sejenisnya meningkat tajam. Dari awal Januari yang hanya berjumlah 79.000 pencarian mencapai 579.000 pencarian pada akhir Desember 2014.

Batu akik kini telah menjadi lahan bisnis baru. Bukan hanya pria yang menggilai batu akik ini, wanita pun demikian. Mulai dari kalangan pegawai biasa, TNI, Polri, warga perkampungan dan perkotaan semuanya ikut menggilai batu cincin dan saudara-saudara sesama batu lainnya.

Beberapa jenis batu cincin yang kini menjadi buruan banyak orang antara lain:
  1. Batu bacan, banyak ditemukan di pulau Bacan, provinsi halmahera utara dengan harga bisa mencapai puluhan juta rupiah.
  2. Batu lavender, memiliki warna ungu yang sangat indah dan bahkan pernah mencapai harga tawar 175 juta rupiah.
  3. Batu Safir, memiliki berbagai varian warna dan digemari oleh warga seluruh dunia serta tingkat kepopuleran yang menyerupai berlian. Hanya saja harganya terlampau mahal.
  4. Batu Zamrud, sesuai dengan namanya hanya berwarna hijau merupakan batu yang telah digunakan sebagai perhiasan sejak ribuan tahun lalu.
  5. Batu cincin ruby, atau dikenal dengan nama batu merah delima dipercaya memberikan kekebalan pada pemiliknya.
  6. Batu Opal, memiliki keindahan pada warnanya yang bisa berubah-ubah, dan harga yang pernah mencapai USD 2.500.
  7. Batu topaz, banyak berasal dari luar negeri dan dipercaya memiliki khasiat dan energi alam yang berhubungan dengan kesehatan jasmani dan rohani.
  8. Batu giok, merupakan batu yang dikenal berasal dari cina sejak ribuan tahun lalu. Popularitasnya tidak pernah luntur.
  9. Batu kecubung, merupakan batu mempesona lainnya yang dipercaya bisa membawa keberuntungan.
  10. Batu sungai Dareh, berasal dari provinsi Sumatera Selatan dengan harga bisa mencapai jutaan rupiah.
Sebenarnya, batu akik merupakan bisnis yang sudah lama berkembang. Akan tetapi, kini kepopuleran batu akik semakin booming dan bertambah seiring dengan tingginya minat masyatrakat dan para pecinta serta kolektor batu akik terhadap benda yang satu ini.

Harga batu akik kini bisa mencapai milyaran rupiah. Di pasaran harga batu akik biasa dijual dengan harga hanya puluhan ribu rupiah sedangkan batu akik yang terbilang langka akan mendapat harga yang sangat menggiurkan.

Bisnis ini menyebabkan bisnis turunannya menjadi maju, seperti bisnis pengolahan batu akik yang biasanya di kelola oleh usaha kecil menegah. Apabila kita melihat fakta ini, maka bisa dikatakan bahwa untuk saat ini batu akik merupakan bisnis yang cukup menjanjikan.

Akan tetapi, perlu kita sadari juga bahwa batu akik hanyalah batu luar biasa yang tiba-tiba menjadi tren sehingga niat untuk menjadikan batu akik sebagai investasi harus dipikirkan kembali. Batu akik tidak seperti emas yang kepopulerannya telah diakui dunia internasional bahkan sejak zaman kuno dahulu.

Batu akik hanya mengikuti tren yang sedang berkembang saat ini. batu akik bisa saja bernasib sama seperti nasib anthurium yang dulu menjadi bahan incaran banyak orang ketika era saya sekolah dasar dulu. Ataupun  bisa bernasib sama seperti ikan Louhan yang dulu begitu diburu dan kini hanya memiliki sedikit penggemar.

Kita pernah menyaksikan bagaimana era tumbuh-tumbuhan hias dan era ikan-ikanan hias menjadi tren dan kemudian hampir mati. Apakah bisnis batu-batuan juga akan demikian? Mampukah batu akik, batu bacan, batu cincin dan batu-batuan lainnya mempertahankan diri di dunia bisnis yang tidak bisa diprediksi ini? 

Sebagai informasi tambahan, tingginya minat masyarakat terhadap batu akik  menyebabkan adanya isu pemberian pajak terhadap bisnis ini.

Sunday, December 28, 2014

Pesawat AirAsia Penerbangan QZ8501 Hilang Kontak


Pesawat AirAsia Penerbangan QZ8501 Hilang Kontak


Berita tidak menyenangkan kembali datang dari dunia penerbangan. Pagi ini ( Minggu,28/12/2014), pesawat dari maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 dengan tujuan Surabaya – Singapura dikabarkan kehilangan kontak. Lokasi hilangnya kontak tersebut adalah di sekitar Kepulauan Kalimantan, Tanjung Pandan.
Berdasarkan data penerbangan dari  flightradar, pesawat AirAsia yang hilang adalah airbus  A320 dengan nomor registrasi PK-AXC. Pesawat itu memuat 155 orang penumpang, yang terdiri dari 149 Warga Negara Indonesia, 3 Warga Negara Korea Selatan, 1 Warga Negara Inggris, 1 Warga Negara Malaysia dan 1 Warga  Negara Singapura. Dari 155 penumpang itu, 138 orang adalah penumpang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Pesawat juga diawaki 2 orang pilot dan 4 orang cabin crew.

Menurut laporan BASARNAS, pesawat itu terakhir kali melakukan kontak pada pukul 06.17 WIB. Sebelum hilang kontak, dikabarkan bahwa pilot meminta untuk naik pada ketinggian 38.000 meter.
Pilot pesawat ini adalah Kapten Irianto yang telah memiliki lebih dari 20.000 jam terbang di dunia penerbangan sedangkan di AirAsia sendiri telah memiliki lebih dari 6.100  jam penerbangan. Sedangkan co-pilot, Remi Emanuel Plesel telah memiliki lebih dari 2.100 jam penerbangan.

Sebanyak 7 pesawat dan 5 kapal telah dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap pesawat tersebut.
Pemerintah sendiri melalui wakil Presiden Jusuf Kalla telah melakukan konfrensi pers terkait hilangnya pesawat ini sore tadi. JK menyatakan bahwa sampai saat ini negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Australia telah menawarkan bantuan untuk melakuakn pencarian. Pemerintah juga menyatakan akan melakukan pencarian secepatnya.

Selain negara tetangga, Korea Selatan yang juga kehilangan 3 warga negaranya juga akan mengirimkan  1 pesawat untuk melakukan pencarian. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara kedutaan besar Korea Selatan.

Sampai ketika saya menulis postingan ini, belum ada info terbaru mengenai keberadaan pesawat AirAsia QZ8501. Banyak pihak yang masih berharap dan terus berdoa semoga pesawat ini bisa ditemukan secepatnya dan semua kru dan penumpang selamat.