Letak Indonesia Secara Astronomis, Geografis, Geologis, Geomorfologis dan Ekonomis

loading...
loading...
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dengan kekayaan alam yang berlimpah, mempunyai wilayah laut yang luas dan kehidupan flora dan fauna yang beraneka ragam. Untuk mengetahui lebih jauh tentang unsur-unsur fisik wilayah Indonesia, dapat dilitah berdasarkan posisi atau letak geografisnya yang terdiri dari letak geografis, letak astronomis, letak geologis, letak geomorfologis dan letak ekonomis.


Letak  geografis Indonesia


Letak geografis adalah letak suatu negara berdasakan kenyataan di muka bumi. Letak di muka bumi tersebut berdasarkan penglihatan dari posisi daerah lain atau negara lain. Letak Indonesia secara geografis terletak antara Samudera Hindia dengan Samudera Pasifik serta Benua Asia dan Benua Australia. Akibat letak geografis di atas, maka Indonesia mengalami hal berikut :
  1. Beriklim tropik dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau yang terjadi antara bulan April sampai Oktober serta musim penghujan antara bulan Oktober sampai April.
  2. Memiliki beraneka ragam flora dan fauna. Flora dan fauna Indonesia bara khas Asia, sedangkan flora dan fauna di Indonesia timur khas Australia.
  3. Dipengaruhi angin muson timur yang berasal dari benua Australia dan angin muson barat yang berasal dari benua Asia yang berhembus bergantian sepanjang tahun.
  4. Letak geografis Indonesia antara dua benua yaitu benua Asia di utara dan benua Australia di selatan, serta diantara dua samudera yaitu samudera Pasifik di timur dan samudera Hindia di barat.
  5. Kedudukan Indonesia terletak pada posisi silang di tengah-tengah percaturan lalu lintas kehidupan dunia yang ramai.
  6. Posisi silang mudah mengundang bahaya dari luar apalagi jika dikaitkan dengan sumber daya alam.
  7. Indonesia mendapat pengaruh berbagai peradaban dari luar.










Letak Astronomis Indonesia

 

Letak astronomis adalah letak suatu wilayah atau negara berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Secara astronomis, letak Indonesia adalah di antara 95 BT - 141 BT dan antara 6 LU – 11 LS. Letak garis lintang mengakibatkan perbedaan zona matahari dan pengaruhnya terhadap makhluk hidup.

letak Indonesia secara astronomis, geografis dan geologis
Akibat Indonesia terletak pada 6 LU – 11 LS, maka Indonesia mempunyai ciri-ciri iklim sebagai berikut :
  1. Temperatur tinggi, yaitu antara 26 C – 28 C.
  2. Rata-rata curah hujan yang tinggi, yaitu 2.000 mm/tahun dan sering terjadi hujan zenithal ( naik ekuator ).
  3. Pelapukan batuan-batuan lebih cepat.
  4. Terdapat berbagai vegetasi hewan dan tumbuhan, serta beragam kehidupan penduduk.
  5. Indonesia terbebas dari angin topan sebab selisih suhu kecil.

Akibat letak astronomis Indonesia terletak di antara 95 BT – 141 BT, maka Indonesia terjadi 3 daerah waktu, yaitu :
  1. Waktu Indonesia Barat (WIB), dengan meridian standar 105°, daerahnya meliputi Sumatera, termasuk Bangka dan Belitung, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Selisih waktu dengan Grenwich Mean Time (GMT) adalah 7 jam.
  2. Waktu Indonesia Tengah (WITA), dengan meridian standar 120°, daerahnya meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selisih waktu dengan GMT adalah 8 jam.
  3. Waktu Indonesia Timur (WIT), dengan meridian standar 135°, daerahnya meliputi Maluku, Papua dan Sekitarnya. Selisih waktu dengan GMT adalah 9 jam.


Letak geologis Indonesia


Letak geologis Indonesia adalah letak suatu daerah yang dilihat berdasarkan susunan atau struktur batuan pada tubuh bumi. Secara geologis, letak Indonesia dapat dilihat berdasarkan hal berikut :


a. Tempat pertemuan dari tiga buah lempeng yang merupakan pergeseran dari dua benua besar di dunia, yaitu:
  1. Lempeng Indo-Australia yang merupakan dasar Samudera Hindia yang bergerak ke utara.
  2. Lempeng Asia yang relatif stabil.
  3. Lempeng Samudera Pasifik yang bergerak ke barat.

b. Tempat pertemuan dua jalur pegunungan dunia yang berkumpul di laut banda, yaitu :
  1. Pegunungan muda Sirkum Mediterania ( Sumatera, Jawa, Bali, Flores, Sumbawa, Alor, Wetar, dan Buru ), dan
  2. Pegunungan muda Sirkum Pasifik ( Papua, Sulawesi, Halmahera, dan Kalimantan )
c. Terletak di tiga daerah, yaitu :
  1. Daerah Sunda Plate ( Dangkalan Sunda ), adalah perluasan Benua Asia yang tenggelam di selatan, merupakan wilayah Indonesia di bagian barat dengan pulau besar seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
  2. Daerah Sahul Plate ( Dangkalan Sahul ), adalah bagian dari Australia yang tenggelam ke utara meliputi Indonesia bagian timur, sebagian Maluku, dan Papua.
  3. Daerah laut pertengahan Australia di bagian tengah di luar kedua daerah di atas atau darah Wallace.
Akibat dari faktor-faktor di atas, maka di Indonesia terjadi hal-hal sebagai berikut :
  1. Banyak terdapat gunung api sehingga tanah Indonesia subur.
  2. Sering terjadi gempa bumi, baik tektonik maupun vulkanik, kaya akan barang tambang atau deposit seperti emas, perak, dan besi.
  3. Sering muncul gunung api vulkanis di tengah laut.


Letak geomorfologis Indonesia


Letak geomorfologis adalah letak suatu daerah berdasarkan keadaan bentuk muka bumi atau sering disebut relief. Relief Indonesia dibentuk oleh pegunungan besar dunia. Pengaruh letak geomorfologis terhadap Indonesia antara lain :
  1. Suhu yang bervariasi sehingga terdapat berbagai jenis tanaman.
  2. Terdapat berbagai mineral tambang di dalam perut bumi.
  3. Penyebaran penduduk tidak merata karena variasi ketinggian, tanah, dan tanaman.
  4. Pembangunan sarana fisik harus memperhatikan kondisi geomorfologi wilayah.


Letak Ekonomis Indonesia

 

Letak ekonomis adalah letak suatu negara dengan melihat jalur antara kehidupan ekonomi negara tersebut dengan negara lain. Letak ekonomis Indonesia kedudukannya sangat baik, karena berada di antara persimpangan jalur perdagangan dunia, negara tetangga Indonesia sangat membutuhkan hasil pertanian dan hasil pertambangan dari Indonesia, dan kemungkinan menjadi pusat pusaran dunia.