Pengertian Kepribadian dan Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian

loading...
loading...

Pengertian kepribadian


Kepribadian bukan suatu kesatuan dalam diri individu saja, melainkan juga harus dikaitkan atau dihubungkan dengan lingkungan sekitarnya. Melalui sosialisasi setiap orang menjadi tahu bagaimana harus berperilaku di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Proses sosialisasi akan mewarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Pengertian kepribadian menurut Paul B. Horton, kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, dan perangai seseorang. Adapun pengertian kepribadian menurut Schaefer dan Lamm adalah keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri khas dan perilaku seseorang.
Berdasarkan pengertian sederhana tersebut, kepribadian secara sederhana dapat diartikan sebagai ciri/karakteristik atau sifat-sifat khas suatu individu yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterimanya sebagai hasil proses sosialisasi terhadap lingkungan di sekitarnya, misalnya keluarga, teman-teman bermain, dan sebagainya.

Faktor-faktor pembentuk kepribadian


Kepribadian seseorang itu akan terbentuk, hidup, dan berubah sesuai dengan berlangsungnya proses sosialisasi. Kepribadian seseorang diperoleh melalui proses sosialisasi sejak ia dilahirkan. Kepribadian setiap individu dala satu masyarakat akan berbeda dengan kepribadian individu lainnya. hal tu terjadi karena ada beberapa faktor penentu kepribadian seseorang.
Proses perkembangan manusai sebagai makhluk sosial dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal pembentuk kepribadian. Berikut ini adalah penjelasan menganai faktor-faktor pembentuk kepribadian.

Faktor internal pembentuk kepribadian


Faktor genetik
Faktor genetik yang menentukan individu berbeda satu dengan yang lain. Bahkan kembar siam yang memiliki kemiripan secara fisik memiliki perbedaan sifat. Gen yang terdapat di dalam kromosom tubuh dapat mengalami modifikasi, sehingga seorang individu dapat memiliki sifat yang sama dengan kedua orang tuanya, perpaduan keduanya, atau bahkan muncul sifat baru yang menjadi karakter uniknya.

 
Faktor pengalaman hidup seorang individu
Kemiripan kepribadian mungkin ada, tetapi pada dasarnya keribadian seseorang itu bersifat beda, unik dan khas. Mengapa ? hal ini disebabkan karena pengalaman hidup yang dimiliki seseorang tidak pernah sama dengan pengalaman hidup yang dimiliki oleh orang lainnya. selain sebagai makhluk individu, seseorang juga bersosialisasi dalam sebuah kelompok. Tanpa pengalaman hidup berkelompok, kepribadian seseorang tidak akan berkembang dengan baik. Pembentukan kepribadian seseorang ditentukan oleh pola hubungan antara dirinya dengan orang lain.
Pengalaman-pengalaman pribadi yang sifatnya positif akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi positif atau baik pula. Sebaliknya, pengalaman-pengalaman pribadi yang  buruk akan menyebabkan sikap seseorang menjadi buruk pula. Inilah alasan mengapa kita banyak mendengar seseorang bertindak sebagai pedofilia karena di masa kecilnya juga mengalami hal yang sama.

Faktor eksternal pembentuk kepribadian


Faktor lingkungan fisik
Lingkungan fisik seperti keadaan iklim, tanah, flora, fauna dan sebagainya  di lingkungan sekitar individu turut berperan dalam pembentukan kepribadian seseorang. Dalam hal ini, lingkungan fisik terkait dengan upaya seseorang untuk menyelaraskan dirinya terhadap kehidupan alam. Lingkungan fisik permukaan bumi tidaklah sama. Keadaan inilah yang menyebabkan potensi suatu wilayah berbeda-beda. Menyadari kondisi fisik  yang ada di sekitarnya, manusia hanya dapat mengantisipasinya dengan cara beradaptasi atau menyelaraskan diri.
Oleh karena itu, upaya seseorang dalam menyelaraskan diri dengan lingkungan fisiknya secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Sebagai contoh kasus, seseorang yang tingga di daerah gersang. Satu-satunya cara agar ia dapat bertahan hidup adalah dengan bertani, tetapi karena tanahnya tandus, maka ia dipaksa untuk berpikir kreatif untuk mengairi tanah tandus tersebut.

Faktor kebudayaan
Kebudayaan menjadi faktor penting yang mempengaruhi kepribadian seseorang. Kebudayaan memiliki aspek materian dan nonmaterial. Aspek material kebudayaan mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata dan konkret. Aspek material meliputi temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi, seperti mangkuk tanah liat, perhiasan, senjata, dan lain-lain. Aspek material juga mencakup benda dan bangunan moderen, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, dan gedung.
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, seperti adat istiadat, norma-norma dan kebiasaan lain.
Kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari kepribadian individu melalui suatu proses belajar yang panjang. Dalam proses belajar, kepribadian individu juga berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan secara keseluruhan. Sebaliknya, kebudayaan juga turut memberikan sumbangan pada pembentukan kepribadian seseorang. Kepribadian suatu individu dipengaruhi oleh nilai-nilai dan norma-norma dalam sistem budaya serta oleh sistem sosial melalui proses sosialisasi dan proses pembudayaan selama hidupnya. Hal inilah yang menunjukkan adanya hubungan saling mempengaruhi antara individu dan masyarakatnya.

pengertian kepribadian dan faktor pembentuk kepribadian


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian kepribadian dan faktor-faktor pembentuk kepribadian manusia. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.
loading...